Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Pre-IPOs
Buka akses penuh ke IPO saham global
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Promosi
AI
Gate AI
Partner AI serbaguna untuk Anda
Gate AI Bot
Gunakan Gate AI langsung di aplikasi sosial Anda
GateClaw
Gate Blue Lobster, langsung pakai
Gate for AI Agent
Infrastruktur AI, Gate MCP, Skills, dan CLI
Gate Skills Hub
10RB+ Skills
Dari kantor hingga trading, satu platform keterampilan membuat AI jadi lebih mudah digunakan
GateRouter
Pilih secara cerdas dari 30+ model AI, dengan 0% biaya tambahan
Akhir-akhir ini pasar menunjukkan fenomena yang cukup menarik, ketidakpastian situasi Iran-AS langsung mempengaruhi pergerakan mata uang asing. Minggu lalu indeks dolar turun 0,48%, mata uang non-AS umumnya rebound, di mana euro naik 0,34%, logika di balik ini sebenarnya patut dipikirkan.
Pertama, mari bahas euro. Minggu lalu euro/dolar naik 0,34%, terutama karena pasar sempat optimis terhadap prospek negosiasi antara AS dan Iran. Trump mengumumkan bahwa kemungkinan besar akan mencapai kesepakatan pada akhir April, Iran juga sempat mengumumkan pembukaan Selat Hormuz pada tanggal 17, semua ini membuat pasar penuh harapan terhadap dialog. Tapi masalahnya, situasi mendadak memburuk di akhir pekan—Selat kembali ditutup, AS menahan kapal Iran, Trump mengancam akan menghancurkan infrastruktur Iran. Iran juga tidak kooperatif, menolak konfirmasi untuk mengikuti putaran negosiasi berikutnya. Perjanjian gencatan senjata selama dua minggu akan berakhir pada 22 April, apakah akan diperpanjang masih menjadi tanda tanya. Fluktuasi ini memberi tekanan pada euro, dari segi teknikal, euro/dolar di sekitar 1,185 menghadapi resistensi, tetapi dari moving average dan RSI, kekuatan bullish masih ada.
Di sisi yen, lebih menarik lagi. USD/JPY turun 0,42%, tetapi kekuatannya tidak hanya karena situasi Iran-AS, perubahan sikap Bank of Japan juga berperan besar. Ueda Kazuo dalam pidatonya baru-baru ini sama sekali tidak menyebut kenaikan suku bunga April, malah menekankan dampak situasi Timur Tengah terhadap ekonomi Jepang. Pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga Bank of Japan di April langsung turun dari 50% menjadi kurang dari 20%, perubahan ini cukup cepat. Para ekonom saat ini umumnya memandang kenaikan suku bunga di April dan Juni sekitar 50-50, tetapi mayoritas tetap percaya bahwa akan ada langkah sebelum akhir Juni.
Satu detail yang patut diperhatikan—Menteri Keuangan Jepang, Katayama Satsuki, baru-baru ini memperingatkan bahwa mereka sudah siap mengambil langkah berani untuk mendukung yen. Ini menunjukkan bahwa pemerintah Jepang masih cukup khawatir terhadap depresiasi yen. Jika Bank of Japan benar-benar menunda kenaikan suku bunga, arus carry trade akan kembali aktif, dan yen bisa ditekan ke level 162 bahkan lebih tinggi.
Dari segi teknikal, USD/JPY saat ini berfluktuasi di kisaran 157,5 sampai 160,5. Moving average 21 hari di 159,2, jika mampu kembali menembus level ini, kemungkinan besar level 160 akan kembali diuji. Sebaliknya, jika terus ditekan di bawah moving average, risiko penurunan akan meningkat, support pertama di 157,5, dan di bawahnya adalah moving average 100 hari di 156,9.
Pandangan pasar terhadap prospek dolar masih bervariasi. Beberapa institusi percaya bahwa dalam suasana optimisme saat ini, dolar akan tetap lemah dalam jangka pendek, kecuali terjadi volatilitas besar pada harga minyak atau koreksi besar di pasar saham global, maka ruang depresiasi masih ada. Tapi ada juga analis yang berpendapat bahwa dari segi fundamental, spread suku bunga, dan kebutuhan struktural, logika penguatan dolar jangka menengah dan panjang tetap kokoh.
Fokus utama minggu ini adalah perkembangan situasi Iran-AS dan sidang dengar pendapat Warsh. Jika sidang berjalan baik, kemungkinan besar dia akan resmi menjabat sebagai Ketua Fed pada Mei, yang langsung mempengaruhi ekspektasi pasar terhadap penurunan suku bunga. Selain itu, sikap Bank of Japan juga harus terus dipantau, karena ini langsung menentukan arah yen dan USD/JPY. Jika situasi Iran-AS memburuk, ekspektasi kenaikan suku bunga BOJ di April akan kembali ditekan, dan USD/JPY bisa kembali ke 160; sebaliknya, jika situasi membaik, USD/JPY akan turun. Begitu juga euro, tergantung apakah negosiasi Iran-AS bisa dilanjutkan atau tidak.