Baru saja melihat sekumpulan data pasar, kenaikan dolar/yen kali ini memang patut diperhatikan. Pada hari Senin, dolar/yen sudah mendekati 159,85, hanya selisih sedikit dari angka psikologis 160. Pasar sedang menunggu reaksi Menteri Keuangan Jepang, Katayama Sōgetsu, karena dia sebelumnya beberapa kali mengisyaratkan akan melakukan intervensi di level 160 ini.



Tapi masalahnya, hanya mengandalkan intervensi nilai tukar mungkin sulit mengubah tren besar. Perbedaan dolar/yen kali ini terutama disebabkan oleh meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Minggu lalu, delegasi AS-Iran melakukan negosiasi tingkat tertinggi sejak 79 tahun di Pakistan, tetapi hasilnya tetap gagal. Lebih parah lagi, Komando Pusat Militer AS mengumumkan akan memberlakukan blokade laut terhadap pelabuhan Iran, langsung memutus jalur ekspor minyak Iran.

Langkah ini memicu reaksi berantai yang jelas. Harga minyak WTI pada hari Senin langsung melonjak lebih dari 10%, menembus angka 100 dolar dan melonjak ke 105,6 dolar. Menurut analisis Commonwealth Bank Australia, blokade ini berpotensi memperburuk konflik di Timur Tengah dan secara langsung mengancam ekspor minyak Iran melalui Selat Hormuz. Bulan lalu, ekspor harian mereka sekitar 1,7 juta barel, dan sekarang terhambat, menunjukkan harga patokan minyak fisik sudah melewati 140 dolar per barel.

Bagi Jepang, ini adalah masalah besar. Negara-negara Timur Tengah menyumbang hampir 96% dari impor minyak mentah Jepang, kenaikan harga minyak langsung mendorong inflasi impor Jepang. Pada hari Senin, hasil obligasi 10 tahun Jepang melonjak ke 2,5%, mencapai level tertinggi dalam 29 tahun. Pasar memperkirakan Bank of Japan mungkin akan menaikkan suku bunga di akhir bulan untuk menahan inflasi, tetapi ada kontradiksi—Jepang menghadapi inflasi akibat gangguan pasokan, sehingga kenaikan suku bunga memiliki efek terbatas.

Lebih rumit lagi adalah masalah depresiasi yen. Berdasarkan data Bank of Japan, pada bulan Maret, nilai tukar yen terhadap dolar rata-rata telah melemah sekitar 33% dibandingkan puncak harga minyak pada 2008. Ini berarti, meskipun kenaikan harga minyak terbatas, biaya impor minyak Jepang tetap meningkat. Pada bulan itu, harga minyak dalam yen per barel naik sekitar 9500 yen dibanding bulan sebelumnya.

Jadi, bank sentral berada dalam posisi dilematis. Jika menaikkan suku bunga secara besar-besaran untuk menstabilkan yen, bisa memicu pembalikan arus carry trade, yang berpotensi menjadi risiko bagi ekonomi global. Jika tidak menaikkan suku bunga, yen akan terus melemah, dan siklus inflasi impor tidak bisa dihentikan. Selain itu, dampak kenaikan harga minyak juga mendorong CPI naik, dengan CPI bulan Maret yang diumumkan Jumat lalu melonjak 0,9% secara bulanan, terbesar sejak Juni 2022. Kenaikan harga bensin bahkan mencatat rekor sejak 1967. Akibatnya, kemungkinan Federal Reserve untuk menurunkan suku bunga tahun ini berkurang, dan daya tarik safe haven dolar justru meningkat.

Eks pejabat senior mata uang asing Jepang, Nakao Takehiko, sebelumnya sudah memperingatkan bahwa intervensi cadangan devisa hanya bisa menekan dalam jangka pendek, dan untuk benar-benar menghentikan depresiasi yen, bank sentral harus menaikkan suku bunga secara bertahap. Tapi sekarang, situasinya adalah bank sentral menghadapi hambatan besar untuk menaikkan suku bunga, dan intervensi nilai tukar pun sulit membalik tren. Jika ketegangan di Timur Tengah tidak mereda dalam waktu dekat, dolar/yen sangat mungkin menembus 160, bahkan menuju 163.

Dari segi teknikal, grafik harian dolar/yen menunjukkan tren kenaikan tetap baik, selama sebulan terakhir bergerak di bawah 160, menunjukkan minat bullish untuk menembus ke atas cukup kuat. Jika menembus level psikologis 160, target berikutnya adalah 163. Untuk membalik tren kenaikan ini, harus terlebih dahulu menembus level 157. Masalah saat ini adalah, ketegangan geopolitik belum mereda, kebijakan bank sentral juga terbatas, sehingga jalur kenaikan dolar/yen ini mungkin akan terus berlanjut.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan