Investasi bersama dalam aset kripto ternyata sangat berbahaya. Sejak mengetahui kejadian yang terjadi di Korea Selatan baru-baru ini, saya benar-benar merasakan betapa menakutkannya mengelola dana bersama mitra.



Ada sebuah kasus di Seoul di mana dua mitra bisnis berselisih terkait kerugian dari program investasi terkait Bitcoin. Setelah kerugian sekitar 117 miliar won (setara 1,1 juta dolar Australia), situasi tersebut meningkat hingga salah satu dari mereka didakwa dengan dugaan percobaan pembunuhan terhadap yang lain. Ini bukan lagi sekadar cerita tentang kegagalan investasi, melainkan contoh klasik yang mengarah pada kerusakan hubungan manusia, sengketa hukum, dan hasil yang tidak terduga.

Menurut penelitian keuangan perilaku, sifat pasar aset kripto yang beroperasi 24 jam sehari, 365 hari setahun, meningkatkan tekanan psikologis trader hingga batas maksimal. Berbeda dengan pasar saham konvensional yang memiliki waktu tutup, pasar kripto tidak memiliki jam tutup, sehingga investor selalu terpapar fluktuasi pasar. Dalam kasus dana kecil atau kelompok investasi pribadi, stres lingkungan ini dapat mempercepat keretakan hubungan manusia.

Akar dari konflik semacam ini biasanya adalah kurangnya transparansi dalam pengelolaan dana dan tidak adanya kerangka hukum yang jelas. Ketika salah satu mitra mengendalikan sisa dana investasi, konflik cenderung muncul. Dalam pool investasi yang tidak diatur, pemulihan kerugian menjadi lebih rumit, dan tanpa mekanisme penyelesaian sengketa resmi, konflik pribadi dapat dengan cepat meningkat menjadi masalah hukum.

Oleh karena itu, diperlukan langkah konkret untuk melindungi kepentingan kita sendiri.

Pertama, sangat disarankan untuk menerapkan dompet multi-tanda tangan. Dengan membutuhkan beberapa kunci rahasia, satu mitra tidak dapat memindahkan dana tanpa persetujuan dari mitra lain. Ini adalah mekanisme check and balance digital yang mencegah ketidakseimbangan kekuasaan.

Selanjutnya, formalitas kontrak bisnis. Pada tahap awal, bisa dilakukan dengan "kontrak jabat tangan", tetapi jika melibatkan dana besar, hal ini harus dihindari sama sekali. Kontrak tertulis yang mendefinisikan peran, ambang kerugian, dan klausul arbitrase wajib ada. Disarankan untuk melibatkan profesional hukum yang paham aset digital dalam penyusunannya.

Di Korea Selatan, pemerintah secara aktif menerapkan undang-undang perlindungan pengguna aset virtual, dan otoritas pengatur seperti pusat pengelolaan exchange juga berfokus pada pengurangan risiko terkait pool investasi yang tidak diatur. Undang-undang ini mewajibkan pemisahan dana pengguna dari aset bursa, serta memastikan asuransi dan cadangan untuk melindungi dari peretasan dan gangguan sistem. Artinya, pentingnya beroperasi dalam kerangka regulasi akhirnya mulai diakui.

Program investasi Bitcoin tidak resmi dapat membawa risiko hukum tergantung yurisdiksi. Di banyak wilayah, mengelola dana orang lain tanpa lisensi yang sesuai dapat menimbulkan sanksi regulasi. Pastikan untuk memeriksa status pendaftaran program sebelum bergabung.

Jika mitra memblokir akses, segera kumpulkan semua kontrak dan riwayat transaksi, dan konsultasikan dengan pengacara yang khusus menangani litigasi blockchain. Ada opsi seperti penyitaan sementara dan gugatan perdata.

Investasi aset kripto menawarkan peluang keuntungan yang tinggi, tetapi jika dikelola bersama, risiko sebesar ini tersembunyi. Melindungi aset kita dari segi hukum dan teknologi adalah tanggung jawab dasar setiap investor saat ini.
BTC-1,22%
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan