Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Pre-IPOs
Buka akses penuh ke IPO saham global
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Promosi
AI
Gate AI
Partner AI serbaguna untuk Anda
Gate AI Bot
Gunakan Gate AI langsung di aplikasi sosial Anda
GateClaw
Gate Blue Lobster, langsung pakai
Gate for AI Agent
Infrastruktur AI, Gate MCP, Skills, dan CLI
Gate Skills Hub
10RB+ Skills
Dari kantor hingga trading, satu platform keterampilan membuat AI jadi lebih mudah digunakan
GateRouter
Pilih secara cerdas dari 40+ model AI, dengan 0% biaya tambahan
Unit Indonesia UOB Kay Hian Ditangguhkan karena Kegagalan Uji Tuntas Terkait IPO
Tindakan Regulasi dan Penangguhan
Lembaga pengawas keuangan Indonesia, OJK (Otoritas Jasa Keuangan), telah menjatuhkan denda dan menangguhkan PT Kay Hian Sekuritas (sebelumnya PT UOB Kay Hian Sekuritas), unit Indonesia dari UOB Kay Hian, untuk melakukan penjaminan penerbitan (underwriting) bagi pencatatan (listing) baru setelah menemukan pelanggaran due diligence dan praktik alokasi saham yang tidak tepat selama penawaran umum perdana. Perusahaan pialang tersebut didenda 250 juta rupiah (sekitar S$18,000) dan izin operasinya ditangguhkan selama satu tahun, menurut pernyataan OJK Februari dan pengungkapan berikutnya.
Kasus IPO 2019
PT Kay Hian Sekuritas berperan sebagai penjamin emisi untuk pengembang properti PT Repower Asia Indonesia, yang go public pada 2019. Investigasi terbaru oleh OJK mengungkapkan bahwa sebelum perdagangan dimulai, saham yang dialokasikan untuk investor independen diberikan kepada delapan individu yang telah menyatakan dalam dokumen pembukaan rekening bank mereka bahwa mereka adalah karyawan dari perusahaan penerbit. OJK juga menemukan bahwa pembelian saham tersebut dibiayai oleh UOB Kay Hian Credit yang berbasis di Singapura, afiliasi dari PT Kay Hian Sekuritas.
Seorang sumber OJK menggambarkan pengaturan ini sebagai “struktur pembiayaan backdoor yang dikoordinasikan”. Menurut sumber tersebut, yang dikutip The Straits Times pada 10 April: “Ketika seorang penjamin emisi mengizinkan staf perusahaan itu sendiri membeli saham dengan menggunakan dana yang dipinjamkan langsung oleh afiliasi penjamin emisi, hal tersebut mengganggu integritas penawaran umum dan menciptakan persepsi palsu mengenai adanya permintaan pasar. Tujuan para penjamin emisi adalah untuk membangun kesan bahwa ada minat investor organik yang memadai, padahal kenyataannya saham dikendalikan secara ketat oleh apa yang disebut jaringan orang dalam (insider networks).”
Temuan Regulasi OJK
OJK menetapkan bahwa PT Kay Hian Sekuritas memiliki posisi untuk mengidentifikasi ketidaksesuaian dalam informasi ketenagakerjaan yang diajukan melalui afiliasinya, tetapi gagal melakukannya. Penggunaan informasi yang tidak akurat menyebabkan pelanggaran terhadap peraturan pasar modal Indonesia yang mengatur due diligence dan prosedur alokasi saham. OJK mencatat dalam pernyataan Februari bahwa terdapat aturan ketat mengenai alokasi saham IPO untuk pihak dalam (insiders) untuk memastikan keadilan pasar.
Penegakan Regulasi dan Prospek Ke Depan
Kepala OJK Friderica Widyasari Dewi telah berjanji untuk memperkuat pengawasan dan penegakan hukum, meningkatkan transparansi atas data kepemilikan penerima manfaat saham, serta memperbaiki tata kelola di seluruh pelaku pasar. Dalam sebuah presentasi baru-baru ini kepada jurnalis asing di Jakarta, Dewi menyebut denda atas PT Kay Hian Sekuritas “jumlah yang besar”, dengan mengatakan: “Kami ingin menunjukkan kepada semua orang bahwa kami sangat serius mengenai hal ini. Kami melihat manipulasi pasar sebagai isu yang sangat serius.”
PT Kay Hian Sekuritas tidak menanggapi permintaan komentar dari The Straits Times.
Konteks Pasar yang Lebih Luas
Aksi penegakan ini merupakan bagian dari upaya yang lebih luas oleh otoritas Indonesia untuk memperketat pengawasan pasar modal setelah periode yang tidak stabil. Pada awal 2024, kekhawatiran yang diajukan oleh penyedia indeks global MSCI tentang transparansi pasar memicu penjualan besar-besaran saham-saham Indonesia. Sejak saat itu, otoritas telah meluncurkan beberapa penyelidikan terkait praktik IPO dan aktivitas perdagangan.
Para analis memandang aksi regulasi ini secara positif. Analis perbankan S&P Global Ratings Ivan Tan menyatakan bahwa sikap regulasi Indonesia yang lebih ketat akan mendorong standar kepatuhan yang lebih tegas, yang dapat “meningkatkan kepercayaan investor domestik dan asing terhadap pasar modal negara tersebut”. Direktur Fitch Ratings Roy Purnomo menambahkan: “Tindakan (regulatory), jika konsisten, seharusnya meningkatkan transparansi terkait kepemilikan saham ke depan. Tindakan itu juga seharusnya meningkatkan kualitas IPO baru.”