Pemilik aset kripto kembali menjadi sasaran kejahatan—kali ini terjadi di Filipina.



Departemen penegak hukum Filipina baru-baru ini berhasil menyelamatkan seorang warga negara Tiongkok. Korban ini diserang dan diculik oleh 4 sesama warga negara di dalam apartemennya sendiri. Setelah pelaku berhasil mendapatkan apa yang mereka inginkan, mereka tidak berhenti di situ, mereka memaksa korban untuk mentransfer sekitar 40.000 dolar AS dalam bentuk aset kripto dan 14.000 dolar AS dalam bentuk uang tunai. Tetapi meskipun demikian, para perampok masih belum puas dan terus mengancam akan melakukan pemerasan lebih lanjut, bahkan mengancam akan melakukan organ trafficking.

Kasus ini mencerminkan fenomena yang mengkhawatirkan: orang yang memegang aset kripto dalam jumlah besar menjadi target para kriminal. Berbeda dengan rekening bank tradisional, transfer aset kripto sulit dilacak, yang memberi kepercayaan lebih kepada pelaku kejahatan untuk melakukan aksinya.

Akhirnya, korban berhasil keluar dari situasi tersebut setelah mengirim pesan darurat kepada teman yang dipercaya, dan polisi Filipina kemudian berhasil menyelamatkannya. Peristiwa ini kembali mengingatkan semua pemilik aset kripto: simpan kunci pribadi dengan aman, berhati-hati dalam mengungkapkan informasi aset, hindari menunjukkan kekayaan, dan buat rencana darurat—semua ini adalah pengetahuan dasar keamanan, tetapi seringkali menjadi hal yang paling krusial saat menghadapi kejahatan yang bersifat sasar.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • 10
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan