#预测世界杯阿根廷VS埃及 Topik "Argentina Kotor" menjadi trending nomor satu, pelatih Mesir marah "mereka ingin Messi tetap tinggal", akun media sosial wasit kontroversial pertandingan tersebut sudah ditutup!
Pada pagi hari 8 Juli, topik "Argentina Kotor" menjadi trending nomor satu.
Pada 8 Juli waktu Beijing, babak 16 besar Piala Dunia 2026 yang diadakan di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, tim Argentina mencetak tiga gol berturut-turut setelah tertinggal dua gol, membalikkan keadaan mengalahkan Mesir 3-2, dan melaju ke perempat final.
Karena keputusan kontroversial dalam pertandingan, akun media sosial pribadi wasit utama pertandingan Argentina vs Mesir, Francois Letexier asal Prancis, menerima banyak kritik dari fans Mesir dan fans netral. Saat ini akun sudah ditutup, halaman utama tidak bisa dibuka. Hingga saat ditutup, kolom komentarnya menerima hampir 40.000 pesan.
Menurut laporan sebelumnya, pelatih tim Mesir, Hossam Hassan, dalam konferensi pers setelah pertandingan mengatakan bahwa ada kontroversi terkait satu gol yang dianulir ketika tim memimpin 1-0, dan ada juga peluang penalti yang diduga terjadi pada masa injury time yang tidak diberikan.
"Kami tidak melihat rasa hormat dan fair play," kata Hassan. "Penalti yang seharusnya milik kami tidak diperiksa, dan satu gol lainnya juga dianulir. Saya tidak bisa memahami keputusan ini."
Hassan juga mempertanyakan kinerja wasit Letexier, menganggap beberapa keputusan kunci mempengaruhi hasil pertandingan.
"Sepertinya pihak Argentina memberi tekanan pada wasit, sehingga akhirnya hasil seperti ini terjadi," kata Hassan. "Hidup tidak selalu adil, dunia juga tidak selalu adil, tapi mengapa dalam olahraga juga tidak ada keadilan? Saya tidak bisa menerima jalannya pertandingan dan hasil ini."
Hassan bahkan mengatakan bahwa dia "tidak akan pernah menonton Piala Dunia lagi, karena turnamen ini sama sekali tidak ada keadilan."
Pada pagi hari 8 Juli, topik "Argentina Kotor" menjadi trending nomor satu.
Pada 8 Juli waktu Beijing, babak 16 besar Piala Dunia 2026 yang diadakan di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, tim Argentina mencetak tiga gol berturut-turut setelah tertinggal dua gol, membalikkan keadaan mengalahkan Mesir 3-2, dan melaju ke perempat final.
Karena keputusan kontroversial dalam pertandingan, akun media sosial pribadi wasit utama pertandingan Argentina vs Mesir, Francois Letexier asal Prancis, menerima banyak kritik dari fans Mesir dan fans netral. Saat ini akun sudah ditutup, halaman utama tidak bisa dibuka. Hingga saat ditutup, kolom komentarnya menerima hampir 40.000 pesan.
Menurut laporan sebelumnya, pelatih tim Mesir, Hossam Hassan, dalam konferensi pers setelah pertandingan mengatakan bahwa ada kontroversi terkait satu gol yang dianulir ketika tim memimpin 1-0, dan ada juga peluang penalti yang diduga terjadi pada masa injury time yang tidak diberikan.
"Kami tidak melihat rasa hormat dan fair play," kata Hassan. "Penalti yang seharusnya milik kami tidak diperiksa, dan satu gol lainnya juga dianulir. Saya tidak bisa memahami keputusan ini."
Hassan juga mempertanyakan kinerja wasit Letexier, menganggap beberapa keputusan kunci mempengaruhi hasil pertandingan.
"Sepertinya pihak Argentina memberi tekanan pada wasit, sehingga akhirnya hasil seperti ini terjadi," kata Hassan. "Hidup tidak selalu adil, dunia juga tidak selalu adil, tapi mengapa dalam olahraga juga tidak ada keadilan? Saya tidak bisa menerima jalannya pertandingan dan hasil ini."
Hassan bahkan mengatakan bahwa dia "tidak akan pernah menonton Piala Dunia lagi, karena turnamen ini sama sekali tidak ada keadilan."
































