Saham Dividen Tinggi AS Tahun 2025: Menargetkan Pendapatan Stabil dengan 5 Saham Unggulan

robot
Pembuatan abstrak sedang berlangsung

Pasar AS masih menarik perhatian investor. Dengan kenaikan harga saham tahun lalu, imbal hasil dividen S&P500 telah turun menjadi 1,2%, mendekati level terendah dalam 20 tahun terakhir. Namun, bagi investor yang mencari saham dividen dengan imbal hasil tinggi, masih ada peluang. Terdapat beberapa saham yang memiliki imbal hasil tahunan lebih dari 5%.

5 saham yang dipilih kali ini

Brookfield Renewable(BEPC): imbal hasil 5,60%. Memiliki salah satu portofolio pembangkit energi terbarukan terbesar di dunia. Pendapatan operasional Q3 sebesar 4,444 juta dolar, meningkat 19,62% dibandingkan tahun lalu. JP Morgan merekomendasikan beli dengan target harga 28 dolar.

Enbridge(ENB):hasil imbal hasil 6,03%. Meningkatkan dividen selama 22 tahun berturut-turut. Royal Bank of Canada menaikkan target harga saham dari 59 dolar menjadi 63 dolar. Kinerja pertumbuhan dividen yang stabil dihargai.

Realty Income(O):hasil 5,80%. REIT yang memiliki lebih dari 12.000 properti komersial. Pendapatan operasional Q3 adalah 3,931 miliar dolar (naik 30,91% dibandingkan tahun lalu), laba bersih 666 juta dolar. Target harga saham analis adalah 66,5 dolar.

Verizon (VZ): imbal hasil 6,99%. Perusahaan telekomunikasi besar AS, termasuk dalam indeks Dow 30. Pendapatan kuartal keempat adalah 35,7 miliar dolar AS (naik 1,7% dibandingkan tahun sebelumnya). Imbal hasil dividen tinggi, tetapi harga saham telah turun 35% dalam lima tahun terakhir.

Vici Properties (VICI): imbal hasil 5,89%. REIT yang memiliki 93 aset pengalaman termasuk kasino hotel besar di Las Vegas. Pendapatan operasi Q3 adalah 2,873 juta dolar, dan laba per saham adalah 1,98 dolar. Barclays memberikan penilaian beli dengan target harga saham 36 dolar.

Alasan Dividen 2025 Akan Meningkat

Bank investasi utama di Wall Street optimis terhadap pertumbuhan Dividen AS pada tahun 2025. Goldman Sachs memperkirakan bahwa laba per saham S&P 500 akan meningkat 11% pada tahun 2025, dan seiring dengan itu, Dividen akan meningkat 7%. Bank of America lebih optimis, memperkirakan bahwa Dividen akan meningkat 12%.

Analis S&P Dow Jones, Howard Silverblatt, memperkirakan bahwa rata-rata tingkat kenaikan dividen pada tahun 2025 akan mencapai sekitar 8%. Jumlah dividen tahunan diperkirakan mencapai sekitar 68,5 miliar dolar, yang kemungkinan akan melebihi 63 miliar dolar pada tahun 2024.

Cara Memilih Saham Dividen Tinggi: 4 Langkah

Langkah 1: Memahami Perusahaan Pilih 1-3 perusahaan besar dari industri yang menarik, dan analisis kondisi keuangan, profitabilitas, serta proyeksi pertumbuhan. Pastikan ada pendapatan yang stabil dan aliran kas yang cukup.

Langkah 2: Bandingkan Stabilitas Pendapatan Memilih perusahaan yang memiliki pendapatan yang relatif stabil melalui siklus ekonomi 5-10 tahun. Ini mengarah pada keandalan Dividen.

Langkah 3: Evaluasi Sejarah dan Kebijakan Dividen Periksa catatan pembayaran Dividen selama beberapa tahun terakhir. Pilih perusahaan yang melakukan pembayaran stabil atau peningkatan bertahap. Juga evaluasi apakah kebijakan dividen tersebut masuk akal.

Langkah 4: Menganalisis Dividen Jika rasio dividen rendah, analisis alasannya. Tentukan apakah itu terkait dengan respons terhadap lingkungan bisnis atau penggunaan dana untuk tujuan lain sebelum membuat keputusan.

Manfaat Investasi Saham Dividen Tinggi

Aliran Kas yang Stabil: Diharapkan adanya pendapatan tunai yang berkelanjutan dari dividen yang diberikan oleh perusahaan yang sudah matang.

Kemungkinan Peningkatan Modal: Seiring dengan pertumbuhan perusahaan itu sendiri, tambahan keuntungan dari kenaikan harga saham juga dapat diharapkan.

Pengurangan Risiko: Perusahaan mapan yang tahan terhadap fluktuasi pasar, cenderung memiliki volatilitas yang rendah.

Diversifikasi Portofolio: Seimbang dengan saham pertumbuhan dan saham teknologi tinggi, efektif dalam mengurangi risiko keseluruhan.

Perhatian

Saham dividen tinggi juga memiliki risiko. Perusahaan dengan rasio utang yang tinggi dan pendapatan yang tidak stabil dapat menghadapi kemungkinan pemotongan atau penghentian dividen. Penelitian yang cukup dan pemeriksaan toleransi risiko diri sendiri sangatlah penting sebelum berinvestasi.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar