Apa itu penyimpanan saham secara berkala? Apa kelebihan dan kekurangannya?

robot
Pembuatan abstrak sedang berlangsung

Banyak investor mengalami masalah ini: berharap untuk membeli pada titik rendah harga saham dan menjual pada titik tinggi, namun sering kali merasa khawatir harga saham akan terus turun sehingga tidak berani masuk, dan akhirnya justru membeli setelah harga saham telah naik secara signifikan, yang menyebabkan mereka mungkin panik dan menjual saat terjadi penurunan selanjutnya. Menghadapi tantangan waktu masuk ini, metode investasi dengan cara rutin dan teratur menjadi salah satu cara yang relatif sederhana dan efektif.

Konsep Menyimpan Saham Secara Rutin dan Teratur

Investasi saham seperti menabung, yaitu “menyimpan” saham yang dibeli untuk dipegang dalam jangka panjang. Investasi saham secara berkala berarti dalam jangka waktu tertentu, terlepas dari fluktuasi harga saham, akan menginvestasikan jumlah uang yang sama pada waktu yang tetap untuk membeli saham target.

Sebagai contoh, dengan ETF S&P 500 (SPY) tahun 2020, misalkan kita menginvestasikan 2000 dolar setiap tanggal 5 bulan, setelah satu tahun kita akan “menyimpan” sekitar 75 saham, dengan harga beli rata-rata 322,57 dolar. Jika dijual pada bulan Januari 2021 dengan harga 371,33 dolar, tingkat pengembalian tahunan mencapai 15,1%, dan jika ditambahkan dengan pendapatan dividen, maka akan lebih tinggi.

Dibandingkan dengan investasi modal sekali, menyimpan saham secara berkala dan tetap dapat membantu investor merata biaya saat pasar berfluktuasi, mengurangi risiko.

Keuntungan Menyimpan Saham Secara Berkala

1. Ramah untuk pemula, menghemat waktu dan tenaga Bagi pemula dalam investasi, cara ini sederhana dan efektif. Mencari saham yang bernilai relatif mudah, tetapi menentukan waktu terbaik untuk membeli memerlukan pengalaman yang kaya. Menyimpan saham secara berkala hanya perlu menginvestasikan jumlah tetap pada waktu yang telah ditentukan, tanpa perlu terlalu memikirkan titik pembelian.

2. Mengurangi tekanan psikologis Bahkan investor profesional pun sulit untuk menangkap peluang beli dan jual dengan tepat. Melalui strategi penyimpanan saham, baik dalam pasar yang baik maupun buruk, kita dapat mematuhi disiplin perdagangan, menyaring kebisingan pasar jangka pendek, sehingga memperoleh imbal hasil jangka panjang yang lebih stabil.

Kekurangan Menyimpan Saham Secara Rutin

1. Persyaratan Pemilihan Saham Tinggi Investasi saham bukanlah investasi “tanpa otak”, ada syarat tersembunyi: saham yang dipilih meskipun berfluktuasi dalam jangka pendek, tetapi tren jangka panjang harus naik. Jika tidak mempelajari dasar-dasar perusahaan dan tren industri, memilih saham yang salah dapat mengakibatkan “semakin banyak membeli, semakin banyak rugi”.

2. Biaya transaksi tinggi Membeli saham secara frekuent berarti perlu membayar biaya transaksi yang lebih tinggi, yang dapat menggerogoti imbal hasil investasi.

Bagaimana cara memilih target untuk investasi saham secara rutin?

1. Dana Investasi Pasif Memilih dana yang terdiri dari sekeranjang saham dapat meratakan volatilitas saham individu, dan memberikan peluang lebih besar untuk mendapatkan tren positif jangka panjang. Dalam jangka panjang, imbal hasil dana pasif biasanya lebih tinggi daripada dana aktif.

2. Saham dengan Hasil Tinggi Meskipun perusahaan tidak tumbuh dengan cepat, selama harga saham tidak turun, saham dengan dividen tinggi dapat memberikan imbal hasil yang cukup baik.

3. Perusahaan terkemuka di industri dengan prospek baik Tren industri akan mendorong pergerakan saham perusahaan di dalam industri. Memilih perusahaan terkemuka dalam industri dengan prospek optimis, lebih mungkin menemukan target investasi yang tumbuh stabil dalam jangka panjang.

Ketika saya mencoba untuk secara rutin menyimpan saham, saya menemukan tantangan terbesar bukan pada cara operasinya, tetapi pada ketekunan dan penyesuaian sikap. Ketika pasar turun besar-besaran, melanjutkan untuk berinvestasi sesuai rencana memang membutuhkan keberanian yang besar. Namun, melihat kembali, justru saham-saham yang dibeli saat panik inilah yang memberikan imbal hasil paling besar.

Bagi para investor kecil, menyimpan saham secara teratur dan dalam jumlah tetap memang merupakan pilihan yang baik, tetapi syaratnya adalah Anda harus memilih sasaran yang tepat, jika tidak, strategi terbaik pun tidak akan mampu menyelamatkan objek investasi yang buruk.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan