Pada tahun 2024, pasar asuransi mobil baru energi menunjukkan situasi yang mengejutkan. Meskipun pendapatan premi mencapai 140,9 miliar yuan, perusahaan asuransi menghadapi kerugian sebesar 5,7 miliar yuan. Fenomena ini memicu pemikiran mendalam di industri tentang model asuransi untuk mobil energi baru.
Data menunjukkan bahwa pada tahun 2024, industri asuransi memberikan layanan penjaminan untuk 31,05 juta kendaraan listrik baru, dengan rata-rata premi per kendaraan mencapai 4.537 yuan. Angka ini sekitar 2.000 yuan lebih tinggi dibandingkan dengan mobil berbahan bakar minyak pada rentang harga yang sama. Namun, premi yang tinggi tidak membawa keuntungan yang diharapkan bagi perusahaan asuransi.
Penyebab utama fenomena ini adalah biaya perawatan mobil listrik yang terlalu tinggi. Biaya perbaikan atau penggantian komponen inti seperti baterai dan motor jauh melebihi mobil berbahan bakar tradisional, yang secara langsung mempengaruhi pengeluaran klaim perusahaan asuransi. Selain itu, iterasi cepat teknologi energi baru juga memberikan tantangan bagi perawatan dan pasokan suku cadang, yang semakin meningkatkan biaya.
Situasi ini tidak hanya mempengaruhi profitabilitas perusahaan asuransi, tetapi juga dapat menyebabkan pemilik mobil listrik di masa depan menghadapi biaya asuransi yang lebih tinggi. Untuk mengatasi masalah ini, para ahli di industri menyarankan agar produsen mobil, perusahaan asuransi, dan departemen terkait harus meningkatkan kerjasama, dan bersama-sama mengeksplorasi solusi untuk menurunkan biaya perawatan kendaraan listrik, seperti standarisasi suku cadang, mengoptimalkan proses perawatan, dan lain-lain.
Pada saat yang sama, perusahaan asuransi juga perlu mengevaluasi kembali model penetapan harga risiko untuk kendaraan energi baru, dengan lebih akurat menghitung premi untuk mencapai keberlanjutan. Bagi konsumen, saat memilih kendaraan energi baru, tidak hanya perlu mempertimbangkan harga pembelian, tetapi juga harus memperhatikan biaya asuransi dan perawatan di masa mendatang, sehingga dapat membuat keputusan yang lebih komprehensif.
Seiring dengan terus matangnya pasar kendaraan energi baru, saya percaya bahwa industri asuransi akan secara bertahap menemukan titik keseimbangan, memberikan solusi asuransi yang lebih rasional bagi pemilik kendaraan energi baru, sambil memastikan perkembangan industri yang sehat.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
13 Suka
Hadiah
13
5
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
Rugpull幸存者
· 2jam yang lalu
Mainkan orang untuk suckers dengan menaikkan premi tinggi.
Lihat AsliBalas0
TeaTimeTrader
· 08-27 05:52
Biaya perbaikan naik naik naik, dianggap bodoh deh
Pada tahun 2024, pasar asuransi mobil baru energi menunjukkan situasi yang mengejutkan. Meskipun pendapatan premi mencapai 140,9 miliar yuan, perusahaan asuransi menghadapi kerugian sebesar 5,7 miliar yuan. Fenomena ini memicu pemikiran mendalam di industri tentang model asuransi untuk mobil energi baru.
Data menunjukkan bahwa pada tahun 2024, industri asuransi memberikan layanan penjaminan untuk 31,05 juta kendaraan listrik baru, dengan rata-rata premi per kendaraan mencapai 4.537 yuan. Angka ini sekitar 2.000 yuan lebih tinggi dibandingkan dengan mobil berbahan bakar minyak pada rentang harga yang sama. Namun, premi yang tinggi tidak membawa keuntungan yang diharapkan bagi perusahaan asuransi.
Penyebab utama fenomena ini adalah biaya perawatan mobil listrik yang terlalu tinggi. Biaya perbaikan atau penggantian komponen inti seperti baterai dan motor jauh melebihi mobil berbahan bakar tradisional, yang secara langsung mempengaruhi pengeluaran klaim perusahaan asuransi. Selain itu, iterasi cepat teknologi energi baru juga memberikan tantangan bagi perawatan dan pasokan suku cadang, yang semakin meningkatkan biaya.
Situasi ini tidak hanya mempengaruhi profitabilitas perusahaan asuransi, tetapi juga dapat menyebabkan pemilik mobil listrik di masa depan menghadapi biaya asuransi yang lebih tinggi. Untuk mengatasi masalah ini, para ahli di industri menyarankan agar produsen mobil, perusahaan asuransi, dan departemen terkait harus meningkatkan kerjasama, dan bersama-sama mengeksplorasi solusi untuk menurunkan biaya perawatan kendaraan listrik, seperti standarisasi suku cadang, mengoptimalkan proses perawatan, dan lain-lain.
Pada saat yang sama, perusahaan asuransi juga perlu mengevaluasi kembali model penetapan harga risiko untuk kendaraan energi baru, dengan lebih akurat menghitung premi untuk mencapai keberlanjutan. Bagi konsumen, saat memilih kendaraan energi baru, tidak hanya perlu mempertimbangkan harga pembelian, tetapi juga harus memperhatikan biaya asuransi dan perawatan di masa mendatang, sehingga dapat membuat keputusan yang lebih komprehensif.
Seiring dengan terus matangnya pasar kendaraan energi baru, saya percaya bahwa industri asuransi akan secara bertahap menemukan titik keseimbangan, memberikan solusi asuransi yang lebih rasional bagi pemilik kendaraan energi baru, sambil memastikan perkembangan industri yang sehat.