Baru-baru ini, Amerika Serikat mengumumkan kenaikan tarif sebesar 25% terhadap India, sehingga total tarif meningkat menjadi 50%. Keputusan ini dianggap sebagai salah satu langkah sanksi perdagangan yang paling keras pada tahun 2024, yang secara langsung mempengaruhi industri manufaktur teknologi dan layanan digital India. Setelah berita ini muncul, pasar saham India turun 3%, dan nilai tukar rupee juga turun ke titik terendah tahun ini.
Perkembangan situasi ini dapat memiliki dampak positif bagi pasar cryptocurrency. Pertama, kenaikan tarif pajak mungkin mempercepat aliran modal keluar dari India, mendorong perusahaan untuk mencari solusi lintas batas, dan cryptocurrency mungkin menjadi alat lindung nilai bagi pedagang dan investor India. Kedua, langkah Amerika ini mungkin mendorong lebih banyak negara untuk menjelajahi keuangan terdesentralisasi (DeFi) dan Bitcoin sebagai alternatif untuk penyelesaian dalam dolar. Selain itu, perusahaan India mungkin beralih menggunakan stablecoin untuk perdagangan lintas batas, yang dapat menyebabkan lonjakan volume perdagangan USDT dan USDC di India.
Mengingat kembali sanksi AS terhadap Iran pada tahun 2019, harga Bitcoin di Iran melonjak hingga 30% lebih tinggi, dengan volume perdagangan lokal meningkat 800%. Mengingat ukuran pasar India jauh lebih besar daripada Iran, peristiwa ini mungkin memicu aliran modal yang lebih besar.
Menghadapi tekanan tarif, langkah selanjutnya dari pemerintah India patut dicermati. Serangkaian peristiwa ini dapat berdampak mendalam pada pasar cryptocurrency global, dan perlu terus memantau pergerakan pasar serta perubahan kebijakan.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
20 Suka
Hadiah
20
7
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
FlatlineTrader
· 2jam yang lalu
USDT akhirnya akan To da moon
Lihat AsliBalas0
HashBrownies
· 3jam yang lalu
India telah memulai bull run
Lihat AsliBalas0
ForumMiningMaster
· 08-28 09:20
Dunia kripto bisa menghindari risiko ya? Bagus!
Lihat AsliBalas0
OneBlockAtATime
· 08-27 05:49
Datang, datang, kapal penyelamat btc siap berlayar~
Lihat AsliBalas0
AirdropHunterZhang
· 08-27 05:47
India play people for suckers selesai sudah, sekarang saatnya Semua. Belajar dari cara Iran di tahun-tahun lalu.
Baru-baru ini, Amerika Serikat mengumumkan kenaikan tarif sebesar 25% terhadap India, sehingga total tarif meningkat menjadi 50%. Keputusan ini dianggap sebagai salah satu langkah sanksi perdagangan yang paling keras pada tahun 2024, yang secara langsung mempengaruhi industri manufaktur teknologi dan layanan digital India. Setelah berita ini muncul, pasar saham India turun 3%, dan nilai tukar rupee juga turun ke titik terendah tahun ini.
Perkembangan situasi ini dapat memiliki dampak positif bagi pasar cryptocurrency. Pertama, kenaikan tarif pajak mungkin mempercepat aliran modal keluar dari India, mendorong perusahaan untuk mencari solusi lintas batas, dan cryptocurrency mungkin menjadi alat lindung nilai bagi pedagang dan investor India. Kedua, langkah Amerika ini mungkin mendorong lebih banyak negara untuk menjelajahi keuangan terdesentralisasi (DeFi) dan Bitcoin sebagai alternatif untuk penyelesaian dalam dolar. Selain itu, perusahaan India mungkin beralih menggunakan stablecoin untuk perdagangan lintas batas, yang dapat menyebabkan lonjakan volume perdagangan USDT dan USDC di India.
Mengingat kembali sanksi AS terhadap Iran pada tahun 2019, harga Bitcoin di Iran melonjak hingga 30% lebih tinggi, dengan volume perdagangan lokal meningkat 800%. Mengingat ukuran pasar India jauh lebih besar daripada Iran, peristiwa ini mungkin memicu aliran modal yang lebih besar.
Menghadapi tekanan tarif, langkah selanjutnya dari pemerintah India patut dicermati. Serangkaian peristiwa ini dapat berdampak mendalam pada pasar cryptocurrency global, dan perlu terus memantau pergerakan pasar serta perubahan kebijakan.