Melihat perjalanan perkembangan ekonomi selama hampir satu abad, kita dapat dengan jelas melihat beberapa pembagian era yang penting. Krisis besar pada tahun 1930-an memberikan dampak besar bagi ekonomi global, dan pengaruhnya yang mendalam bahkan mungkin terkait dengan pecahnya Perang Dunia Kedua.
Kemudian, pada awal tahun 70-an, dollar AS terputus dari emas, menandai dimulainya era mata uang fiat. Antara 1973 dan 1981, ekonomi tidak jatuh ke dalam resesi, tetapi mengalami fenomena stagflasi yang parah, dan Amerika Serikat mengalami periode inflasi yang merugikan. Hingga tahun 1982, krisis inflasi yang berlangsung hampir sepuluh tahun ini akhirnya dapat dikendalikan.
Memasuki abad ke-21, kita tampaknya berdiri di titik awal siklus ekonomi baru. Sejak tahun 2020, ekonomi global mungkin telah memasuki tahap penurunan dari siklus Kondratieff yang kelima. Ciri tahap ini adalah hilangnya keuntungan dari teknologi informasi dan komunikasi secara bertahap, yang sulit untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang tinggi kembali.
Melihat kembali perkembangan teknologi dalam beberapa dekade terakhir, kita telah mengalami era komputer pribadi (1982-1991), era internet (1992-2008), dan era internet seluler (2009-2019). Dan sekarang, kita berada di apa yang disebut "fase digitalisasi" (2020-2030).
Tahap ini terutama tercermin dalam dua aspek: pertama adalah transformasi digital di berbagai industri, dan kedua adalah kebangkitan awal teknologi kecerdasan buatan. Namun, perlu dicatat bahwa meskipun kecerdasan buatan sangat diperhatikan, pada tahap saat ini, ia masih belum cukup untuk menjadi kekuatan pendorong utama pemulihan ekonomi secara menyeluruh.
Menghadapi lingkungan ekonomi seperti ini, kita perlu memiliki pemahaman yang jelas: inovasi teknologi memang penting, tetapi yang benar-benar dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, masih memerlukan faktor pendorong yang lebih beragam. Dalam sepuluh tahun ke depan, kita mungkin akan menyaksikan munculnya titik pertumbuhan ekonomi yang baru, tetapi ini memerlukan upaya bersama dari pembuat kebijakan, wirausahawan, dan masyarakat umum untuk mencari peluang dalam perubahan.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
6 Suka
Hadiah
6
6
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
UnluckyMiner
· 08-25 09:19
Rig Penambangan makan debu
Lihat AsliBalas0
Ser_APY_2000
· 08-25 02:25
Bull dan beruang berputar, ada jejak yang bisa diikuti.
Lihat AsliBalas0
ApeShotFirst
· 08-25 00:51
Suckers yang lahir di era AI benar-benar malang
Lihat AsliBalas0
TokenDustCollector
· 08-25 00:47
Waduh, Depresi Besar datang lagi?
Lihat AsliBalas0
SilentAlpha
· 08-25 00:44
感受turun啊
Lihat AsliBalas0
Layer3Dreamer
· 08-25 00:38
secara teoritis, setiap k-wave memetakan dengan sempurna ke siklus skala L3...
Melihat perjalanan perkembangan ekonomi selama hampir satu abad, kita dapat dengan jelas melihat beberapa pembagian era yang penting. Krisis besar pada tahun 1930-an memberikan dampak besar bagi ekonomi global, dan pengaruhnya yang mendalam bahkan mungkin terkait dengan pecahnya Perang Dunia Kedua.
Kemudian, pada awal tahun 70-an, dollar AS terputus dari emas, menandai dimulainya era mata uang fiat. Antara 1973 dan 1981, ekonomi tidak jatuh ke dalam resesi, tetapi mengalami fenomena stagflasi yang parah, dan Amerika Serikat mengalami periode inflasi yang merugikan. Hingga tahun 1982, krisis inflasi yang berlangsung hampir sepuluh tahun ini akhirnya dapat dikendalikan.
Memasuki abad ke-21, kita tampaknya berdiri di titik awal siklus ekonomi baru. Sejak tahun 2020, ekonomi global mungkin telah memasuki tahap penurunan dari siklus Kondratieff yang kelima. Ciri tahap ini adalah hilangnya keuntungan dari teknologi informasi dan komunikasi secara bertahap, yang sulit untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang tinggi kembali.
Melihat kembali perkembangan teknologi dalam beberapa dekade terakhir, kita telah mengalami era komputer pribadi (1982-1991), era internet (1992-2008), dan era internet seluler (2009-2019). Dan sekarang, kita berada di apa yang disebut "fase digitalisasi" (2020-2030).
Tahap ini terutama tercermin dalam dua aspek: pertama adalah transformasi digital di berbagai industri, dan kedua adalah kebangkitan awal teknologi kecerdasan buatan. Namun, perlu dicatat bahwa meskipun kecerdasan buatan sangat diperhatikan, pada tahap saat ini, ia masih belum cukup untuk menjadi kekuatan pendorong utama pemulihan ekonomi secara menyeluruh.
Menghadapi lingkungan ekonomi seperti ini, kita perlu memiliki pemahaman yang jelas: inovasi teknologi memang penting, tetapi yang benar-benar dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, masih memerlukan faktor pendorong yang lebih beragam. Dalam sepuluh tahun ke depan, kita mungkin akan menyaksikan munculnya titik pertumbuhan ekonomi yang baru, tetapi ini memerlukan upaya bersama dari pembuat kebijakan, wirausahawan, dan masyarakat umum untuk mencari peluang dalam perubahan.