Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
CFD
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
IPO Access
Buka akses penuh ke IPO saham global
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Promosi
AI
Gate AI
Partner AI serbaguna untuk Anda
Gate AI Bot
Gunakan Gate AI langsung di aplikasi sosial Anda
GateClaw
Gate Blue Lobster, langsung pakai
Gate for AI Agent
Infrastruktur AI, Gate MCP, Skills, dan CLI
Gate Skills Hub
10RB+ Skills
Dari kantor hingga trading, satu platform keterampilan membuat AI jadi lebih mudah digunakan
GateRouter
Pilih secara cerdas dari 40+ model AI, dengan 0% biaya tambahan
#StrategyAdds1550BTCatLowerPrices
Kecerdikan Michael Saylor dalam Menerapkan Teori "Jual Tinggi, Beli Rendah"
Michael Saylor terus membuktikan reputasinya sebagai salah satu investor Bitcoin yang paling agresif dan oportunistik di pasar kripto. Setelah menghadapi kritik karena menjual 32 Bitcoin pada akhir Mei 2026, pendiri Strategy sebenarnya memanfaatkan koreksi pasar untuk melakukan akumulasi besar-besaran dengan harga yang jauh lebih rendah.
Data terbaru menunjukkan bahwa Strategy menjual 32 BTC antara 26 Mei dan 31 Mei 2026, dengan harga rata-rata sekitar $77.135 per Bitcoin. Transaksi ini menghasilkan sekitar $2,5 juta dan merupakan penjualan Bitcoin pertama perusahaan sejak 2022.
Namun, hanya beberapa hari kemudian, ketika pasar kripto mengalami tekanan dan harga Bitcoin mengalami koreksi tajam, Strategy kembali masuk ke pasar. Dari 1 Juni hingga 7 Juni 2026, perusahaan membeli 1.550 BTC senilai sekitar $101,3 juta dengan harga rata-rata hanya $65.332 per Bitcoin.
Sebagai perbandingan, harga jual 32 BTC sekitar $11.803 lebih tinggi dari harga pembelian rata-rata terakhir. Perbedaan ini menunjukkan bahwa Strategy berhasil menjual sebagian kecil dari kepemilikannya saat harga relatif tinggi, lalu memanfaatkan kepanikan pasar untuk meningkatkan cadangan Bitcoin-nya secara signifikan saat harga lebih rendah.
Langkah ini juga meredakan kekhawatiran di antara beberapa pelaku pasar yang menganggap penjualan 32 BTC sebagai sinyal bahwa Strategy mulai meninggalkan strategi akumulasi Bitcoin-nya. Faktanya, jumlah Bitcoin yang dibeli kembali hampir 50 kali lebih besar daripada jumlah yang dijual.
Saat ini, Strategy memegang 845.256 BTC yang bernilai puluhan miliar dolar, menjadikannya pemegang Bitcoin terbesar yang terdaftar secara publik di dunia. Akuisisi terbaru ini semakin memperkuat posisi Michael Saylor sebagai salah satu tokoh yang terus memanfaatkan volatilitas pasar untuk memperluas eksposurnya terhadap aset digital terbesar di dunia.
Kecerdikan Michael Saylor Terapkan Teori "Jual di Atas Beli di Bawah"
Michael Saylor kembali membuktikan reputasinya sebagai salah satu investor Bitcoin paling agresif sekaligus paling oportunis di pasar kripto. Setelah sempat menuai kritik karena menjual 32 Bitcoin pada akhir Mei 2026, pendiri Strategy tersebut justru memanfaatkan koreksi pasar untuk melakukan akumulasi besar-besaran dengan harga yang jauh lebih rendah.
Data terbaru menunjukkan bahwa Strategy menjual 32 BTC pada periode 26 Mei hingga 31 Mei 2026 dengan harga rata-rata sekitar $77.135 per Bitcoin. Transaksi tersebut menghasilkan sekitar $2,5 juta dan menjadi penjualan Bitcoin pertama perusahaan sejak 2022.
Namun hanya beberapa hari kemudian, saat pasar kripto mengalami tekanan dan harga Bitcoin terkoreksi tajam, Strategy kembali masuk ke pasar. Pada periode 1 Juni hingga 7 Juni 2026, perusahaan membeli 1.550 BTC senilai sekitar $101,3 juta dengan harga rata-rata hanya $65.332 per Bitcoin.
Jika dibandingkan, harga jual 32 BTC tersebut sekitar $11.803 lebih tinggi dibanding harga rata-rata pembelian terbaru. Selisih tersebut menunjukkan bahwa Strategy berhasil melepas sebagian kecil kepemilikannya saat harga relatif tinggi, kemudian memanfaatkan kepanikan pasar untuk menambah cadangan Bitcoin dalam jumlah jauh lebih besar saat harga lebih murah.
Langkah ini juga mematahkan kekhawatiran sebagian pelaku pasar yang menganggap penjualan 32 BTC menjadi sinyal bahwa Strategy mulai meninggalkan strategi akumulasi Bitcoin. Faktanya, jumlah Bitcoin yang dibeli kembali mencapai hampir 50 kali lebih besar dibanding jumlah yang dijual.
Saat ini Strategy tercatat memiliki 845.256 BTC dengan nilai puluhan miliar dolar, menjadikannya perusahaan publik pemegang Bitcoin terbesar di dunia. Akuisisi terbaru tersebut semakin memperkuat posisi Michael Saylor sebagai salah satu tokoh yang terus memanfaatkan volatilitas pasar untuk memperbesar eksposurnya terhadap aset digital terbesar tersebut.