Likuiditas aset yang didigitalisasi kurang? Analisis mendalam tantangan likuiditas token saham

robot
Pembuatan abstrak sedang berlangsung

Sejak tahun 2026, tokenisasi saham AS dengan cepat menjadi salah satu jalur paling menarik di industri kripto. Mulai dari munculnya platform perdagangan saham on-chain yang terus bermunculan, hingga peluncuran fitur perdagangan saham AS oleh bursa utama seperti Gate, dan perlahan-lahan kerangka regulasi global yang semakin jelas, saham tokenisasi telah berkembang dari konsep pinggiran menjadi arah pertumbuhan paling potensial di seluruh jalur RWA (aset dunia nyata).

Menurut survei QYResearch, ukuran pasar tokenisasi saham global diperkirakan sekitar 1,35 miliar dolar AS pada tahun 2025, dan diperkirakan akan mencapai 2,576 miliar dolar AS pada tahun 2032, dengan CAGR sebesar 9,8%. Namun, di balik gelombang panas ini, muncul satu pertanyaan inti yang tidak bisa diabaikan—apakah likuiditas pasar saham tokenisasi cukup untuk mendukung proyeksi pertumbuhan ini?

Dilema Slippage: Biaya Tersembunyi Tinggi dari Aset Tokenisasi

Biaya tersembunyi pertama dari aset tokenisasi terletak pada slippage perdagangan.

Sebagai contoh, dalam tokenisasi emas, di bursa terpusat utama, slippage kontrak perpetual PAXG dan XAUT meningkat secara eksponensial seiring volume perdagangan bertambah. Ketika volume perdagangan nominal sekitar 4 juta dolar AS, slippage sudah mendekati 150 basis poin; sementara di pasar tradisional (seperti CME gold futures), volume yang sama hampir tidak menimbulkan slippage. Perbedaan kedalaman likuiditas antara keduanya bisa mencapai beberapa tingkat.

Saham tokenisasi juga menghadapi masalah serupa. Produk saham tokenisasi seperti TSLAx, NVDAx, dan lainnya sering mengalami slippage tinggi, dan likuiditasnya jauh di bawah pasar sekuritas tradisional. Karena kedalaman pasar aset tokenisasi yang kurang, jumlah limit order yang dapat menyediakan likuiditas efektif di kedua sisi order book sangat terbatas—bahkan di tempat perdagangan dengan likuiditas terbaik, kedalaman efektifnya sering kurang dari 3 juta dolar AS.

Kelemahan Struktural: Kendala Ganda dalam Pencetakan dan Penebusan

Keterbatasan likuiditas bukanlah kebetulan, melainkan disebabkan oleh faktor struktural yang mendalam.

Aset tokenisasi umumnya menghadapi biaya pencetakan yang tinggi, periode penebusan yang panjang (T+1 sampai T+5), dan efisiensi modal market maker yang rendah. Ini berarti:

  • Ambang pencetakan tinggi: Penerbitan aset tokenisasi di chain memerlukan penguncian aset dasar sebelumnya, melibatkan berbagai proses hukum dan kustodian, dengan biaya jauh lebih tinggi dibandingkan peluncuran aset kripto asli.
  • Periode penebusan panjang: Untuk menebus token di chain menjadi fiat atau aset fisik, biasanya membutuhkan waktu 1 sampai 5 hari kerja, sehingga dana tidak bisa keluar dengan cepat.
  • Minat market maker rendah: Karena mekanisme penebusan yang tidak lancar dan efisiensi modal yang rendah, market maker lebih memilih mengalokasikan dana ke pasar kripto lain yang likuiditasnya lebih tinggi dan proses keluar yang lebih mudah.

Kelemahan struktural ini secara langsung menyebabkan kekurangan penyedia likuiditas, yang kemudian memicu siklus “likuiditas kurang → partisipasi berkurang → semakin kurang”. Ketika kedalaman pasar tidak cukup, investor tidak dapat membangun posisi skala besar; ketika proses keluar tidak dapat diandalkan, aset sulit menjadi jaminan yang layak dalam sistem pinjaman on-chain.

Ketidakpastian Regulasi dan Fragmentasi: Hambatan Tersembunyi Likuiditas

Masalah likuiditas saham tokenisasi juga sangat dipengaruhi oleh faktor regulasi.

Saham sendiri merupakan aset keuangan yang diatur secara ketat, dan berbagai negara serta wilayah memiliki aturan berbeda terkait penerbitan, perdagangan, dan kustodian sekuritas. Setelah saham berbentuk token masuk ke jaringan blockchain, atribut hukumnya bisa mendapatkan interpretasi baru: beberapa yurisdiksi menganggapnya sebagai sekuritas digital dan mewajibkan kepatuhan terhadap regulasi sekuritas, sementara yang lain belum memiliki kerangka regulasi yang jelas.

Ketidakkonsistenan standar regulasi global ini langsung mempengaruhi pergerakan lintas batas dan aktivitas perdagangan saham tokenisasi. Biaya kepatuhan bagi investor dan pelaku institusi meningkat, dan aktivitas market maker lintas wilayah menjadi terbatas, yang semakin mempersempit kedalaman pasar yang efektif.

Dilema Market Maker: Mengapa Likuiditas On-Chain Sulit Dibangun?

Market maker adalah fondasi dari pasar yang likuid, tetapi di bidang saham tokenisasi, peran mereka belum mampu berfungsi secara optimal.

Di satu sisi, ukuran pasar saham tokenisasi masih relatif kecil, sehingga investasi besar dari market maker membutuhkan volume transaksi yang cukup untuk mencapai titik impas. Saat ini, volume perdagangan bulanan saham publik tokenisasi sudah menembus 800 juta dolar AS, dan beberapa bulan bahkan mencapai 1 miliar dolar AS, tetapi jika dibandingkan dengan volume harian pasar saham tradisional yang sering mencapai triliunan dolar, jaraknya masih jauh.

Di sisi lain, risiko dan biaya hedging yang dihadapi market maker di chain lebih tinggi daripada di pasar tradisional. Penetapan harga saham tokenisasi harus secara real-time mencerminkan harga saham dasar, dan fluktuasi selisih harga antara on-chain dan off-chain, keterlambatan data oracle, serta ketidakpastian arbitrase lintas pasar, semuanya meningkatkan risiko yang dihadapi market maker. Masalah inti aset tokenisasi bukanlah dari segi teknologi, melainkan kurangnya fondasi pasar yang mendukung skala likuiditas besar.

Kemajuan Infrastruktur: Solusi Likuiditas Sedang Berlangsung

Meski penuh tantangan, pasar tidak berhenti bergerak. Solusi struktural untuk masalah likuiditas sedang dikembangkan.

Inovasi likuiditas on-chain: Kerja sama strategis antara Uniswap Labs dan Securitize mengintegrasikan dana tokenisasi BlackRock, BUIDL, ke dalam UniswapX untuk transaksi on-chain, memberikan pemegang BUIDL likuiditas hampir instan. Saat ini, dana BUIDL memiliki aset sekitar 2,3 miliar dolar AS, menjadi produk unggulan di bidang dana tokenisasi.

Infrastruktur likuiditas tingkat institusi: Securitize dan Grove bersama meluncurkan Basin protocol, yang bertujuan mendukung likuiditas harian hingga 1 miliar dolar AS, menyediakan jalur likuiditas stablecoin yang hampir instan untuk dana tokenisasi. BlackRock terlibat sebagai mitra utama dalam inisiatif ini, menunjukkan kepercayaan lembaga pengelola aset top terhadap solusi likuiditas on-chain.

Pengembangan kedalaman di bursa: Dalam eksplorasi di bidang keuangan tokenisasi, bursa juga memainkan peran penting. Laporan riset CryptoQuant menunjukkan, dengan produk saham tokenisasi, logam mulia, indeks, dan sistem perdagangan derivatif 24/7, Gate tampil menonjol dalam indikator aktivitas perdagangan institusional, likuiditas pasar, dan perdagangan derivatif TradFi. Pada bulan Maret lalu, volume perdagangan perpetual TradFi di Gate mencapai hampir 290 miliar dolar AS, menorehkan posisi terdepan di industri.

Selain itu, Gate meluncurkan layanan perdagangan saham nyata, di mana pengguna dapat langsung menggunakan USDT untuk membeli lebih dari 10.000 saham utama AS dan ETF, melalui koneksi dengan lembaga berlisensi broker AS yang patuh regulasi, menyediakan jalur koneksi yang lebih erat dengan pasar keuangan tradisional. Pada awal Juni 2026, volume perdagangan saham harian Gate meningkat mendekati 30 juta dolar AS, mencapai level tertinggi dalam beberapa bulan terakhir.

Kesimpulan

Masalah likuiditas saham tokenisasi pada dasarnya adalah proses alami dari aset baru yang belum selesai membangun infrastruktur pasar. Slippage tinggi, periode penebusan panjang, partisipasi market maker yang rendah, dan fragmentasi regulasi global menjadi empat pilar utama tantangan likuiditas di jalur RWA saat ini.

Namun, yang patut diperhatikan adalah mesin perubahan sudah mulai bergerak. Dari pengembangan jalur likuiditas baru oleh BlackRock, iterasi berkelanjutan infrastruktur market maker on-chain, hingga sistem ganda yang menghubungkan perdagangan saham tokenisasi dan saham nyata oleh bursa seperti Gate, setiap bagian dari solusi likuiditas secara bertahap terwujud.

Bagi investor, memahami tantangan struktural ini adalah langkah penting untuk menghindari risiko sekaligus memanfaatkan peluang dalam gelombang tokenisasi. Ketika hambatan likuiditas satu per satu teratasi, akan muncul sistem perdagangan aset global yang benar-benar terbuka dan terintegrasi.

RWA-0,97%
GLDX0,33%
PAXG0,22%
XAU0,25%
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar