#WarshSwornInAsFedChair Kevin Warsh Dilantik sebagai Ketua Federal Reserve: Era Baru Melawan Inflasi Dimulai



WASHINGTON, D.C. – Kevin Warsh secara resmi dilantik sebagai Ketua Federal Reserve ke-17 hari ini, menandai pergeseran tajam dalam kebijakan moneter AS saat bank sentral menghadapi inflasi yang keras kepala dan ekonomi yang melambat.

Dalam sebuah upacara singkat di Gedung Eccles, Warsh meletakkan tangannya di atas Torah dan mengucapkan sumpah jabatan, yang diberikan oleh Gubernur Fed Michelle Bowman. Ia menggantikan Jerome Powell, yang masa jabatannya yang penuh gejolak selama empat tahun berakhir setelah Gedung Putih memilih kepemimpinan baru.

Kembali ke Akar "Hawkish"

Warsh, 54 tahun, bukan orang asing bagi Fed. Ia pernah menjabat sebagai Gubernur dari 2006 hingga 2011, menavigasi krisis keuangan 2008 sebagai penasihat dekat Ketua saat itu, Ben Bernanke. Namun, ia kemudian menjadi kritikus vokal terhadap kebijakan pelonggaran uang pasca krisis Fed, menegaskan dirinya sebagai hawk moneter terkemuka.

Dalam pernyataan publik pertamanya, Warsh menandai sebuah pemutusan yang tegas dari kebijakan terbaru.

"Stabilitas harga adalah fondasi dari ekonomi yang berfungsi. Terlalu lama, kita bergantung pada alat luar biasa yang dimaksudkan untuk keadaan darurat," kata Warsh. "Mandat saya jelas: hancurkan inflasi, jangkar ekspektasi, dan kembalikan kredibilitas lembaga ini."

Respon Pasar Segera

Pasar keuangan bereaksi dengan volatilitas. Indeks S&P 500 turun 1,2% setelah berita ini, sementara dolar AS melonjak ke level tertinggi tiga bulan. Imbal hasil obligasi melonjak karena trader memperhitungkan jalur kenaikan suku bunga yang lebih agresif.

Sebaliknya, saham cryptocurrency dan teknologi—sektor yang berkembang pesat di bawah suku bunga rendah—jatuh tajam.

Implikasi Kebijakan: Lebih Tinggi untuk Lebih Lama?

Para ekonom memperkirakan Warsh akan langsung mendorong suku bunga dana federal di atas 6% jika diperlukan. Berbeda dengan pendekatan bertahap dari tahun-tahun terakhir, Warsh mendukung kebijakan "kejutan dan kekaguman" – kenaikan suku bunga besar dan di depan untuk memecahkan psikologi inflasi dengan cepat.

Ia juga diharapkan mempercepat pengurangan neraca Fed (pengetatan kuantitatif) dan mungkin mendorong persyaratan modal bank yang lebih ketat, menghidupkan kembali warisan deregulasi selama masa jabatan Presiden George W. Bush sebagai penasihat ekonomi utama.

Reaksi Politik dan Wall Street

Senator Elizabeth Warren (D-MA) mengkritik penunjukan ini, menyebut Warsh "seorang insider Wall Street yang akan menghancurkan ekonomi untuk menghukum pekerja."

Namun, Larry Fink, CEO BlackRock, memuji langkah ini: "Kevin memahami bahwa rasa sakit sekarang mencegah depresi nanti. Pasar membutuhkan hawk, dan mereka mendapatkannya."

Bayangan Powell

Perpindahan dari Powell—yang dikritik oleh kiri (karena menaikkan suku bunga) dan kanan (karena tidak menaikkannya cukup)—ke Warsh mewakili reset filosofi lengkap. Powell memprioritaskan tenaga kerja maksimal; Warsh telah menandai fokus utamanya adalah inflasi, tanpa mempedulikan dampaknya terhadap pekerjaan.

Apa yang Akan Datang

Semua mata kini tertuju pada pertemuan FOMC berikutnya dalam lima minggu. Banyak analis memperkirakan kenaikan 50 basis poin sebagai minimum, dengan peluang kecil kenaikan antar pertemuan jika data inflasi mengejutkan ke atas.

Bagi peminjam, pemilik rumah, dan bisnis di Amerika: bersiaplah untuk biaya kredit yang lebih tinggi. Bagi Fed di bawah Kevin Warsh, era uang mudah resmi berakhir.
Lihat Asli
post-image
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • 3
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
SheenCrypto
· 1jam yang lalu
LFG 🔥
Balas0
SheenCrypto
· 1jam yang lalu
Ke Bulan 🌕
Lihat AsliBalas0
HighAmbition
· 4jam yang lalu
Ke Bulan 🌕
Lihat AsliBalas0
  • Disematkan