Belakangan ini saya sering berpindah-pindah antara L2 dan mainnet, dan yang paling saya rasakan adalah: jangan anggap "menghemat gas" sebagai satu-satunya tujuan, karena akhirnya malah membuang waktu. Untuk interaksi kecil, sering ganti posisi, saya lebih pilih L2 agar pengalaman lebih lancar; tapi jika harus melakukan transaksi besar, atau yang melibatkan izin/brankas, saya lebih suka kembali ke mainnet, meskipun biayanya lebih mahal, tapi hati lebih tenang.



Bagaimana cara menyeimbangkan? Sederhananya, saya tempatkan operasi yang mungkin perlu diubah berkali-kali di L2, setelah rencana tetap dan jumlah tanda tangan berkurang, baru dipindahkan ke mainnet untuk diselesaikan sekaligus. Jangan terlalu sering lompat-lompat antar chain, terlalu sering lompat akan meningkatkan biaya transaksi dan beban mental.

Alat di chain saat ini juga cukup memalukan, label kadang benar-benar tidak mengikuti, bahkan sering tertipu oleh arus tren… jadi saya biasanya hanya menganggapnya sebagai referensi, bukan sebagai kesimpulan.

Perlukah terus-menerus berada di L2?
Jawaban saya sendiri: tergantung frekuensi, bukan kepercayaan.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan